SITUASI MERS Co-V Dan UPAYA PENCEGAHAN MASUK KE INDONESIA (JAWA TIMUR)

SITUASI MERS Co-V Dan UPAYA PENCEGAHAN MASUK KE INDONESIA (JAWA TIMUR)

Jun 02, 14
Dinas Kesehatan Kabupaten Ponorogo
no comments

 

 

SITUASI MERS Co-V

Dan

UPAYA PENCEGAHAN MASUK

KE INDONESIA (JAWA TIMUR)

 Untitled

Middle East Respiratory Syndrome Corona Virus (MERS-CoV) adalah suatu strain baru dari virus corona yang belum pernah ditemukan menginfeksi manusia sebelumnya. Virus corona merupakan keluarga besar dari virus yang dapat menimbulkan kesakitan maupun kematian pada manusia dan hewan. Virus corona dapat menimbulkan kesakitan pada manusia dengan gejala ringan sampai berat seperti selesma (common cold), Sindroma Saluran Pernapasan Akut yang berat (SARS/ Severe Acute Respiratory Syndrome).

Beberapa negara di Timur Tengah telah melaporkan kasus infeksi MERS-CoV pada manusia, antara lain Jordania, Qatar, Saudi Arabia, dan Uni Emirat Arab. Beberapa kasus juga dilaporkan dari negara-negara di Eropa antara lain Inggris, Perancis, Italia, dan Tunisia. Hampir semua kasus di Eropa dan Tunisia mempunyai kesamaan yaitu timbulnya gejala penyakit setelah melakukan perjalanan ke negara tertentu di Timur Tengah yang diikuti dengan adanya penularan terbatas di lingkungan keluarga. Di samping itu penularan MERS-CoV antar manusia juga terjadi di rumah sakit pada petugas yang merawat kasus konfirmasi MERS-CoV. Namun demikian, sejauh ini belum dapat dibuktikan adanya penularan yang berkelanjutan.

Berdasarkan data WHO, kasus MERS-CoV sebagian besar menunjukkan tanda dan gejala pneumonia. Hanya satu kasus dengan gangguan kekebalan tubuh (immunocompromised) yang gejala awalnya demam dan diare, berlanjut pneumonia. Komplikasi kasus MERS-CoV adalah pneumonia berat dengan gagal napas yang membutuhkan alat bantu napas non invasif atau invasif, Acute Respiratory Distress Syndrome (ARDS) dengan kegagalan multi-organ yaitu gagal ginjal, Disseminated Intravascular Coagulopathy (DIC) dan perikarditis. Beberapa kasus juga memiliki gejala gangguan gastrointestinal seperti diare. Dari seluruh kasus konfirmasi, separuh diantaranya meninggal dunia.

  • Sejak April 2012 novel coronavirus telah menular di Timur Tengah.
  • suatu strain baru dari virus corona yang belum pernah ditemukan menginfeksi manusia sebelumnya.
  • merupakan Emerging Infectious Diseases berpotensi menjadi  Pandemik  dan diduga oleh organisasi kesehatan hewan dunia (OIE) bersifat zoonosis karena virus ditemukan pada Onta.
  • MERS-CoV telah menyebar di 14 negara, yaitu : Saudi Arabia, Jordania, Qatar, Tunisia, Uni Emirat Arab, Oman, Kuwait, Perancis, Jerman, Italia, Inggris, Yunani, Filipina dan Malaysia yang tertular pada April 2014 setelah warga negaranya menjalankan ibadah umroh.
  • Pada 27 April, NA (61 tahun) seorang WNI yang tinggal di Arab Saudi meninggal

 

PENGERTIAN

  • Novel virus, yang berhubungan dengan SARS (Severe Acute Respiratory Syndrome) virus, muncul             pada tahun 2012 di Semenanjung Arab
  • Mempunyai kaitan dengan Coronavirus dari kelelawar dan dicurigai bersumber dari binatang, walaupun sumbernya belum dapat diidentifikasi.
  • Beberapa pasien telah mengunjungi peternakan sebelum mereka jatuh sakit. Coronavirus termasuk golongan besar jenis virus yang diketahui dapat menyebabkan sakit pada manusia dan hewan.
  • Sebelumnya hal ini tidak pernah terdeteksi pada manusia dan hewan.
  • The Coronavirus Study Group (CSG) yang merupakan bagian dari International Committe on Taxonomy of Viruses (ICTV) pada bulan Mei 2013 menyebut Novel Coronavirus (nCoV) sebagai Middle East Respiratory Syndrome Coronavirus (MERS-CoV).
  • Gejala gangguan pernafasan ringan sampai berat (Acute Respiratory Distress Syndrome / ARDS) dengan kegagalan multi-organ yaitu gagal ginjal, gangguan fungsi pembekuan darah (Disseminated Intravascular Coagulation / DIC) dan radang selaput jantung (pericarditis).
  • Masa inkubasi mulai 2 sampai dengan15 hari. Penularan MERSCoV berasal dari hewan ke manusia dilanjutkan penularan antar manusia.

 

Risiko penularan MERSCoV :

–          Penangan pasien MERS-CoV tanpa Alat Pelindung Diri

–          Kontak dengan lingkungan terkontaminasi

–          Kontak dengan cairan bersin dan batuk;

–          Kontak dengan hewan diduga sebagai penular (kelelawar dan onta).

 

Kelompok berisiko tertular  :

–          Jamaah haji/umroh;

–          Tenaga Kerja Indonesia di Timur Tengah;

–          Tenaga kesehatan yang menangani pasien MERS-CoV;

–          Wisatawan dan masyarakat lainnya yang berkunjung ke Timur Tengah dan kontak dengan hewan penular atau orang terinfeksi;

 

  • Sebagian besar orang tertular setelah melakukan kontak dengan hewan saat berkunjung ke Timur Tengah. Penyebaran di Negara luar Timur Tengah terjadi karena penanganan pasien tanpa alat pelindung diri dan kontak langsung dengan orang tertular.
  • Sampai dengan saat ini belum ditemukan vaksin dan obat untuk MERS-CoV.

 

SITUASI KASUS-KASUS TERKAHIR MERS COV

  • Pada tanggal 17 April 2104, World Health Organization mendapatkan laporan dari Kementerian Kesehatan Malaysia dan Uni Emirat Arab bahwa ada tambahan kasus MERS Co-V sebanyak 5 orang, yaitu 1 dari Malaysia dan 4 orang dari Uni Emirat Arab. Kasus yang berasal dari Malaysia memiliki riwayat bepergian Umroh ke tanah suci Mekkah sedangkan kasus dari Uni Emirat Arab adalah petugas kesehatan yang pernah kontak dengan pasien MERS Co-V dari Abu Dhabi yang meninggal pada tanggal 10 April 2014.

 

Upaya-upaya yang dilakukan untuk Masyarakat

  1. Sebagai tindakan antisipasi terhadap virus tersebut maka siapapun yang akan bepergian ke wilayah Timur Tengah atau Semenanjung Arab  diharapkan :
  2. Menjaga daya tahan tubuh dan kesehatannya  selama bepergian
  3. Senantiasa menjaga kebersihan termasuk rajin mencuci tangan tangan
  4. Menjaga kebersihan saluran pernafasan (menggunakan masker).
  5. Hindari sering memegang mulut, hidung dan mata serta hindari juga kontak dengan orang sakit.
  1. Apabila sepulang bepergian terutama dalam kurun waktu 14 hari setelah kepulangan terdapat gejala demam tinggi (> 38⁰, 100.4⁰ F), pilek, batuk, tarikan pendek ketika bernafas dan sesak nafas dihimbau untuk segera melaporkan kepada petugas kesehatan yang berwenang.
  2. Bila terkena penyakit saluran pernafasan akut dengan demam dan batuk (cukup berat sehingga mengganggu kegiatan sehari-hari) sebaiknya disarankan  sbb :

–          untuk mengurangi kontak dengan orang lain untuk mencegah penularan

–          menutupi mulut dan hidung dengan tisu ketika batuk atau bersin dan membuang tisu di tempat sampah setelah digunakan dan cuci tangan setelah itu atau bila tidak memungkinkan , menutupi mulut dan hidung dengan lengan baju tidak dengan tangan

–          melaporkan ke staf medis yang mendampingi atau ke fasyankes

2

Comments Are Closed!!!